Jumat, 17 Mei 2013

SOME SUGGESTION FOR SUCCESSFUL REVISING


.      SOME SUGGESTION FOR SUCCESSFUL REVISING
Offered here are some suggestions aimed at making your revising stage as effective as possible. These suggestion are based on yours of writing experience, but they are only suggestion. Not ironclad rules.
Suggestion 1: Give Yourself Some Breathing Space
After you have finished you first draft. Give yourself some time,at least 24 hours  before you begin the revising process . This “breathing Space” gives you some distance from your work. Which you will   need to order to review it objectively. And it gives your unconscious an opportunity to over the material. So that when you return to the argument.you’ll find you have fresh ideas about how to make it more effective. You have probably had the experience of rereading a graded paper and wondering how you could have missed the problems that seem so obvious to you now. Putting some distance between first draft and the revision gives you and opportunity to gain this fresh perspective, and to put it to use before you paper is graded


Suggestion 2 : Avoid the Red Pen
As you’ve reviewing your first draft, avoid the lure of the red pen or typing in any changes if you are reading from the screen-the temptation to make small editorial changes before you had reread and the argument as a whole. Reread with your hands tied behind your back(figuratively, that is), and you will get a much better sense of how the draft works as a whole.

Suggestion 3: Review Your Original Purpose and Audience
In writing the first draft, you have been intent on coming up with the right word and composing individual sentences. It’s easy at this level to lose touch with your original purposes and intended audience. So an important question to ask yourself as you’re reading revising is whether you have fulfilled you original intended audience.
 It can be helpful to review your argument pretending that you’re one of its intended readers. From this perspective, you can ask yourself: do I understand the purposes and claim of this argument? Are the vocabulary and specialized terms clear to me? Am I convinced by the argument?
Suggestion 4: Review Your Organization
In reviewing the effectiveness of your argument, you’ll need to consider not only your purposes and audience, but also the overall organization of what you’ve written, making sure that the parts fir together well and are logically sequenced, that nothing curcial is ommited, and the structure is lean, with a minimum of repetition. If it’s hard to keep the organization in mind, try reproducimg it I outline forms, as in the following model. Remember, you’re outlining what you actually wrote, not what you intended to write. If you actually wrote your draft from outline. Don‘t look at it until you have completed this new one.
       I.            Introduction (I if appropriate)
    II.            Claim(if appropiate)
 III.            Supossing arguments
A
B
C
D
IV conclusion or summary (if appropriate)
If you have troble constructing this new outline, your argument probably has organizational problems that need attention.

Seggestion 5: Review Your Argument’s Coherence
Even the most carefully organized argument will puzzle readers readers if the relationship between the part is nit indicated in some way. In certain professions and busineses, standard format include headings like “ introduction,” “ the problem,” “history,” and so on. But such heading are inappropriaate in msany things. You can make the elements of  your argument coherent-  estabilish their relationship to one aother and to the whole—by using simple transitional words and expressions that indicate the nature of the relationship.
Word like therefore, thus, soand consequently identify a conclusion and it’s convidence. Words like but, however, and the other hand indicate exception to a stated point .yu can alert your reader to the introduction of each new piece of support by using indicators such as   these are enormously useful to readesof argumrnts.particularly when the argument is long or elaborate. They helps readers understand how one statement or section that may otherwise seem a digression or an irrelevancy relates to what has gone efore or what might come later.
Seggestion 6 : Review Your Trying
The revising stages is the tome to consider yhe effectiveness of your argument’s style: its tone, word choice, amd general treatment of the readrs. Style is acrucial component of argument, often playing a major role in convincingnor alienting readers. Poor style is just as damaging to an argument as a vague or unspported claim; an affective style is just as convising as compilling evidence. And while you’re considering your style, think about the othes projected by your argument: does the argument reflect the writers who is fair, open-minded., and oppropriately confidenct?
Check your draft to see if you have (1) used connotation effectively, (2) avoided slanting, (3) used methaphor and analogy effectively and (4) paid attention to the sounds of words. Some of these question will naturally occur during you consideration of claim on the organization of its support, as well as during your review of audience and purposes.

Suggestion7: Review your Argument for Faulty Reasoning
Chapter 5 introduced some basic principles of logic that will help you set up a reasonable argument. The “informal fallacies” presented there are most easly detected during the revision stage. As a final step in reviewing your argument, read it thruoght or detected any unwitting fallacies, paayong special attention ti those that are particalarly common in the kind of argument you’ve written.
Suggestion 8: Use a Word Processor
Fortunately (some student would say unfortunenately), revising may lead to a drastic overhaul of your argment. But if you want your argument to be as good it can be, you won’t ignore the opportunity to make these major changes.Most student noe writers their papers on computers, which make large- and small-scale revising much easier than any other method. If you’re one of those few people who have resisted the move the computers, we strongly urge you to make the change. With a computer and a good-processing program, you can swith entire sections of a dreft around with ease; change word swiftly and even “globally” so that one word replaces another throughout an entire essay;and make corrections with no trace of erasures or correction fluid. Virtually all campuses have computer labs for their students, which save the expence of purchasing your own computers. And while a computer will not make you a better writer,it will give tou the chance to make yourself a better writers so get wired.





Legenda batu menangis



Legenda batu menangis
Cerita Rakyat dari Kalimantan Barat


Di sebuah bukit yang jauh dari desa, di daerah Kalimantan hiduplah seorang janda miskin dan seorang anak gadisnya.
Anak gadis janda itu sangat cantik jelita. Namun sayang, ia mempunyai prilaku yang amat buruk. Gadis itu amat pemalas, tak pernah membantu ibunya melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah. Kerjanya hanya bersolek setiap hari.
Selain pemalas, anak gadis itu sikapnya manja sekali. Segala permintaannya harus dituruti. Setiap kali ia meminta sesuatu kepada ibunya harus dikabulkan, tanpa memperdulikan keadaan ibunya yang miskin, setiap hari harus membanting tulang mencari sesuap nasi.
Pada suatu hari anak gadis itu diajak ibunya turun ke desa untuk berbelanja. Letak pasar desa itu amat jauh, sehingga mereka harus berjalan kaki yang cukup melelahkan. Anak gadis itu berjalan melenggang dengan memakai pakaian yang bagus, dan bersolek agar orang di jalan yang melihatnya nanti akan mengagumi kecantikannya. Sementara ibunya berjalan di belakang sambil membawa keranjang dengan pakaian yang sangat dekil. Karena mereka hidup di tempat yang terpencil, tak seorangpun mengetahui bahwa kedua perempuan yang berjalan itu adalah ibu dan anak.
Ketika mereka mulai memasuki desa, orang-orang desa memandangi mereka. Mereka begitu terpesona melihat kecantikan anak gadis itu, terutama para pemuda desa yang tak puas-puasnya memandang wajah gadis itu. Namun ketika melihat orang yang berjalan di belakang anak gadis itu, sungguh kontras keadaannya. Hal itu membuat orang bertanya-tanya.
Di antara orang yang melihatnya itu, seorang pemuda mendekati dan bertanya kepada gadis itu. "Hai, gadis cantik. Apakah yang berjalan di belakang itu ibumu ?"
Namun, apa jawaban anak gadis itu ?
"Bukan," katanya dengan angkuh. "la adalah pembantuku !"
Kedua ibu dan anak itu kemudian meneruskan perjalanan. Tak seberapa jauh, mendekat lagi seorang pemuda dan bertanya kepada anak gadis itu.
"Hai, manis. Apakah yang berjalan di belakangmu itu ibumu ?"
"Bukan, bukan," jawab gadis itu dengan mendongakkan kepalanya. "la adalah budakku !"
Begitulah setiap gadis itu bertemu dengan seseorang di sepanjang jalan yang menanyakan perihal ibunya, selalu jawabannya itu. lbunya diperlakukan sebagai pembantu atau budaknya.
Pada mulanya mendengar jawaban putrinya yang durhaka jika ditanya orang, si ibu masih dapat menahan diri. Namun setelah berulang kali didengarnya jawaban yang sama dan yang amat menyakitkan hati, akhirnya si ibu yang malang itu tak dapat menahan diri. Si ibu itu berdo'a.
"Ya, Tuhan, hamba tak kuat menahan hinaan ini. Anak kandung hamba begitu teganya memperlakukan diri hamba sedemikian rupa. Ya, Tuhan hukumlah anak durhaka ini! Hukumlah dia".
Atas kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, perlahan-lahan tubuh gadis durhaka itu berubah menjadi batu. Perubahan itu dimulai dari kaki. Ketika perubahan itu telah mencapai setengah badan, anak gadis itu menangis memohon ampun kepada ibunya:
"Oh, Ibu, Ibu, ampunilah saya, ampunilah kedurhakaan anakmu selama ini. Ibu.... ibu... ampunilah anakmu "Anak gadis itu terus meratap dan menangis memohon kepada ibunya. Akan tetapi, semuanya telah terlambat. Seluruh tubuh gadis itu akhirnya berubah menjadi batu. Sekalipun menjadi batu, namun orang dapat melihat bahwa kedua matanya masih menitikkan air mata, seperti sedang menangis. Oleh karena itu, batu yang berasal dari gadis yang mendapat kutukan ibunya itu disebut "Batu Menangis".
Demikianlah cerita yang berbentuk legenda ini, yang oleh masyarakat setempat dipercayai bahwa kisah itu benar-benar pernah terjadi. Barang siapa yang mendurhakai ibu kandung yang telah melahirkan dan membesarkannya, pasti perbuatan laknatnya itu akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Credit for:http://kembangapi2.blogspot.com/2007/01/legenda-batu-menangis-cerita-rakyat_25.htm

Asal Usul Sungai Landak (Cerita Rakyat Kalimantan Barat)

Dahulu kala, hidup seorang petani bersama isterinya. Walaupun tidak kaya, mereka suka menolong orang lain.

Suatu malam, petani sedang duduk di tempat tidur. Di sampingnya, isterinya sudah terlelap. Tiba-tiba ia dikejutkan oleh seekor kelabang putih yang muncul dari kepala isterinya. Kelabang putih itu berjalan meninggalkan rumah petani. Petani itu mengikutinya hingga tiba di sebuah kolam tak jauh dari rumah mereka. Kelabang itu lalu menghilang. Petani lalu berjalan pulang. Isterinya masih pulas.
Esok paginya, isteri petani menceritakan mimpinya semalam. “Aku sedang berjalan di padang rumput, dan ada sebuah danau di sana. Aku melihat seekor landak raksasa di dalam danau itu. Ia melotot kepadaku, maka aku lari.”
Petani itu lalu pergi lagi ke kolam. Di dalamnya ia melihat suatu benda yang berkilau. Ia mengambilnya, ternyata sebuah patung landak dari emas. Patung itu sangat indah, matanya dari berlian. Petani membawanya pulang.
Malam harinya, petani didatangi seekor landak raksasa dalam mimpinya. “Ijinkan aku tinggal di rumahmu. Sebagai balasannya, aku akan memberikan apa saja yang kau minta.”
Landak itu mengajarkan untuk mengusap kepala patung landak emas dan mengucapkan kalimat untuk meminta sesuatu. Jika yang diminta sudah cukup, petani harus mengucapkan kalimat untuk menghentikannya.
Petani menceritakan mimpinya kepada isterinya. Mereka ingin membuktikan mimpi itu. Petani mengusap kepala patung dan mengucapkan kalimat permintaan. Ia meminta beras. Seketika dari mulut patung keluarlah beras! Beras itu terus mengalir keluar hingga banyak sekali. Petani segera mengucapkan kalimat kedua dan beras berhenti keluar dari mulut patung landak.
Mereka berdua kemudian meminta berbagai benda yang mereka butuhkan. Mereka menjadi sangat kaya. Namun mereka tetap tidak sombong dan makin gemar menolong. Banyak orang datang untuk meminta tolong.
Seorang pencuri mengetahui rahasia patung landak. Ia berpura-pura minta tolong dan mencuri patung itu. Pencuri membawa patung itu pulang. Desanya sedang dilanda kekeringan. Pencuri mengatakan kepada tetangga-tetangganya bahwa ia dapat mendatangkan air untuk kampung mereka.
Pencuri memohon air sambil mengusap kepala patung dan mengucapkan kalimat permintaan. Air keluar dari mulut patung. Penduduk desa itu sangat senang. Tak lama kemudian, air yang keluar sudah mencukupi kebutuhan penduduk desa, namun terus mengalir sehingga terjadi banjir. Pencuri itu tidak tahu bagaimana menghentikan air yang keluar dari patung. Penduduk desa lari menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi.


Pencuri juga ingin menyelamatkan diri, namun tidak bisa menggerakkan kakinya. Ia melihat seekor landak raksasa memegangi kakinya. Akhirnya ia tenggelam dalam air yang makin lama makin tinggi. Air itu kemudian membentuk sungai yang disebut sungai Landak.



Kamis, 16 Mei 2013

Cerita Rakyat Kalimantan Barat




Alkisah, di Negeri Sintang, Kalimantan Barat, Indonesia, hiduplah dua orang pemimpin dari keturunan dewa yang memiliki kesaktian tinggi, namun keduanya memiliki sifat yang berbeda.
  • Yang pertama bernama Sebeji atau dikenal dengan Bujang Beji. Ia memiliki sifat suka merusak, pendengki dan serakah. Tidak seorang pun yang boleh memiliki ilmu, apalagi melebihi kesaktiannya. Oleh karena itu, ia kurang disukai oleh masyarakat sekitar, sehingga sedikit pengikutnya.
  • Sementara seorang lainnya bernama Temenggung Marubai. Sifatnya justru kebalikan dari sifat Bujang Beji. Ia memiliki sifat suka menolong, berhati mulia, dan rendah hati. Kedua pemimpin tersebut bermata pencaharian utama menangkap ikan, di samping juga berladang dan berkebun.

Bujang Beji beserta pengikutnya menguasai sungai di Simpang Kapuas, sedangkan Temenggung Marubai menguasai sungai di Simpang Melawi. Ikan di sungai Simpang Melawi beraneka ragam jenis dan jumlahnya lebih banyak dibandingkan sungai di Simpang Kapuas. Tidak heran jika setiap hari Temenggung Marubai selalu mendapat hasil tangkapan yang lebih banyak dibandingkan dengan Bujang Beji.

Temenggung Marubai menangkap ikan di sungai Simpang Melawi dengan menggunakan bubu (perangkap ikan) raksasa dari batang bambu dan menutup sebagian arus sungai dengan batu-batu, sehingga dengan mudah ikan-ikan terperangkap masuk ke dalam bubunya. Ikan-ikan tersebut kemudian dipilihnya, hanya ikan besar saja yang diambil, sedangkan ikan-ikan yang masih kecil dilepaskannya kembali ke dalam sungai sampai ikan tersebut menjadi besar untuk ditangkap kembali. Dengan cara demikian, ikan-ikan di sungai di Simpang Melawi tidak akan pernah habis dan terus berkembang biak.

Mengetahui hal tersebut, Bujang Beji pun menjadi iri hati terhadap Temenggung Marubai. Oleh karena tidak mau kalah, Bujang Beji pun pergi menangkap ikan di sungai di Simpang Kapuas dengan cara menuba[2]. Dengan cara itu, ia pun mendapatkan hasil tangkapan yang lebih banyak. Pada awalnya, ikan yang diperoleh Bujang Beji dapat melebihi hasil tangkapan Temenggung Marubai. Namun, ia tidak menyadari bahwa menangkap ikan dengan cara menuba lambat laun akan memusnahkan ikan di sungai Simpang Kapuas, karena tidak hanya ikan besar saja yang tertangkap, tetapi ikan kecil juga ikut mati. Akibatnya, semakin hari hasil tangkapannya pun semakin sedikit, sedangkan Temenggung Marubai tetap memperoleh hasil tangkapan yang melimpah. Hal itu membuat Bujang Beji semakin dengki dan iri hati kepada Temenggung Marubai.

”Wah, gawat jika keadaan ini terus dibiarkan!” gumam Bujang Beji dengan geram.

Sejenak ia merenung untuk mencari cara agar ikan-ikan yang ada di kawasan Sungai Melawi habis. Setelah beberapa lama berpikir, ia pun menemukan sebuah cara yang paling baik, yakni menutup aliran Sungai Melawi dengan batu besar pada hulu Sungai Melawi. Dengan demikian, Sungai Melawi akan terbendung dan ikan-ikan akan menetap di hulu sungai.

Setelah memikirkan masak-masak, Bujang Beji pun memutuskan untuk mengangkat puncak Bukit Batu di Nanga Silat, Kabupaten Kapuas Hulu. Dengan kesaktiannya yang tinggi, ia pun memikul puncak Bukit Batu yang besar itu. Oleh karena jarak antara Bukit Batu dengan hulu Sungai Melawi cukup jauh, ia mengikat puncak bukit itu dengan tujuh lembar daun ilalang.

Di tengah perjalanan menuju hulu Sungai Melawi, tiba-tiba Bujang Beji mendengar suara perempuan sedang menertawakannya. Rupanya, tanpa disadari, dewi-dewi di Kayangan telah mengawasi tingkah lakunya. Saat akan sampai di persimpangan Kapuas-Melawi, ia menoleh ke atas. Namun, belum sempat melihat wajah dewi-dewi yang sedang menertawakannya, tiba-tiba kakinya menginjak duri yang beracun.

”Aduuuhhh... !” jerit Bujang Beji sambil berjingkrat-jingkrat menahan rasa sakit.

Seketika itu pula tujuh lembar daun ilalang yang digunakan untuk mengikat puncak bukit terputus. Akibatnya, puncak bukit batu terjatuh dan tenggelam di sebuah rantau yang disebut Jetak. Dengan geram, Bujang Beji segera menatap wajah dewi-dewi yang masih menertawakannya.

”Awas, kalian! Tunggu saja pembalasanku!” gertak Bujang Beji kepada dewi-dewi tersebut sambil menghentakkan kakinya yang terkena duri beracun ke salah satu bukit di sekitarnya.

”Enyahlah kau duri brengsek!” seru Bujang Beji dengan perasaan marah.

Setelah itu, ia segera mengangkat sebuah bukit yang bentuknya memanjang untuk digunakan mencongkel puncak Bukit Batu yang terbenam di rantau (Jetak) itu. Namun, Bukit Batu itu sudah melekat pada Jetak, sehingga bukit panjang yang digunakan mencongkel itu patah menjadi dua. Akhirnya, Bujang Beji gagal memindahkan puncak Bukit Batu dari Nanga Silat untuk menutup hulu Sungai Melawi. Ia sangat marah dan berniat untuk membalas dendam kepada dewi-dewi yang telah menertawakannya itu.

Bujang Beji kemudian menanam pohon kumpang mambu[3] yang akan digunakan sebagai jalan untuk mencapai Kayangan dan membinasakan para dewi yang telah menggagalkan rencananya itu. Dalam waktu beberapa hari, pohon itu tumbuh dengan subur dan tinggi menjulang ke angkasa. Puncaknya tidak tampak jika dipandang dengan mata kepala dari bawah.

Sebelum memanjat pohon kumpang mambu, Bujang Keji melakukan upacara sesajian adat yang disebut dengan Bedarak Begelak, yaitu memberikan makan kepada seluruh binatang dan roh jahat di sekitarnya agar tidak menghalangi niatnya dan berharap dapat membantunya sampai ke kayangan untuk membinasakan dewi-dewi tersebut.

Namun, dalam upacara tersebut ada beberapa binatang yang terlupakan oleh Bujang Beji, sehingga tidak dapat menikmati sesajiannya. Binatang itu adalah kawanan sampok (Rayap) dan beruang. Mereka sangat marah dan murka, karena merasa diremehkan oleh Bujang Beji. Mereka kemudian bermusyawarah untuk mufakat bagaimana cara menggagalkan niat Bujang Beji agar tidak mencapai kayangan.

”Apa yang harus kita lakukan, Raja Beruang?” tanya Raja Sampok kepada Raja Beruang dalam pertemuan itu.

”Kita robohkan pohon kumpang mambu itu,” jawab Raja Beruang.

”Bagaimana caranya?” tanya Raja Sampok penasaran.

”Kita beramai-ramai menggerogoti akar pohon itu ketika Bujang Beji sedang memanjatnya,” jelas Raja Beruang.

Seluruh peserta rapat, baik dari pihak sampok maupun beruang, setuju dengan pendapat Raja Beruang.

Keesokan harinya, ketika Bujang Beji memanjat pohon itu, mereka pun berdatangan menggerogoti akar pohon itu. Oleh karena jumlah mereka sangat banyak, pohon kumpang mambu yang besar dan tinggi itu pun mulai goyah. Pada saat Bujang Beji akan mencapai kayangan, tiba-tiba terdengar suara keras yang teramat dahsyat.

”Kretak... Kretak... Kretak... !!!”

Beberapa saat kemudian, pohon Kumpang Mambu setinggi langit itu pun roboh bersama dengan Bujang Beji.

”Tolooong... ! Tolooong.... !” terdengar suara Bujang Beji menjerit meminta tolong.

Pohon tinggi itu terhempas di hulu sungai Kapuas Hulu, tepatnya di Danau Luar dan Danau Belidak. Bujang Beji yang ikut terhempas bersama pohon itu mati seketika. Maka gagallah usaha Bujang Beji membinasakan dewi-dewi di kayangan, sedangkan Temenggung Marubai terhindar dari bencana yang telah direncanakan oleh Bujang Beji.

Menurut cerita, tubuh Bujang Beji dibagi-bagi oleh masyarakat di sekitarnya untuk dijadikan jimat kesaktian. Sementara puncak bukit Nanga Silat yang terlepas dari pikulan Bujang Beji menjelma menjadi Bukit Kelam. Patahan bukit yang berbentuk panjang yang digunakan Bujang Beji untuk mencongkelnya menjelma menjadi Bukit Liut. Adapun bukit yang menjadi tempat pelampiasan Bujang Beji saat menginjak duri beracun, diberi nama Bukit Rentap.


Demikian cerita Legenda Bukit Kelam dari daerah Kalimantan Barat, Indonesia. Cerita di atas termasuk dalam cerita teladan yang mengandung pesan-pesan moral. Sedikitnya ada dua pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas, yaitu akibat yang ditimbulkan dari sikap iri hati dan tamak, dan keutamaan sifat suka bermusyawarah untuk mufakat. Sifat iri hati dan tamak tercermin pada sifat dan perilaku Bujang Beji yang hendak menguasai ikan milik Temenggung Marubai yang ada di Sungai Melawi. Dari sini dapat diambil sebuah pelajaran, bahwa sifat tamak dan serakah dapat menyebabkan seseorang menjadi iri dan dengki. Sifat ini tidak patut dijadikan sebagai suri teladan dalam kehidupan sehari-hari. Dikatakan dalam tunjuk ajar Melayu:


" Kalau orang tak tahu diri, seumur hidup iri mengiri apa tanda orang serakah, berebut harta terbuah tuah "



Sementara sifat suka bermusyawarah untuk mufakat terlihat pada perilaku kawanan sampok dan beruang yang berusaha untuk menggagalkan rencana jelek Bujang Beji yang hendak membinasakan dewi-dewi di kayangan. Menurut Tenas Effendy, melalui musyawarah dan mufakat, tunjuk ajar dapat dikembangkan dengan pikiran, ide, atau gagasan yang dapat disalurkan. Dalam ungkapan Melayu dikatakan:


" Di dalam musyawarah, buruk baiknya akan terdedah di dalam mufakat, berat ringan sama diangkat "

Catatan:


  1. Rantau berarti pantai sepanjang teluk (sungai); pesisir (lawan darat).
  2. Menuba artinya meracun ikan-ikan dengan tuba, yaitu sejenis racun ikan dari akar tumbuh-tumbuhan hutan yang sangat memabukkan.
  3. Pohon kumpang mambu adalah sejenis kayu raksasa yang ujungnya menjulang tinggi ke angkasa.




Ditulis dari : Effendy, Tenas. 2006. Tunjuk Ajar Melayu. Yogyakarta: Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu bekerja sama dengan AdiCita Karya Nusa.

Sabtu, 04 Mei 2013

tips kecantikan


Jenis-jenis kulit wajah

Banyak wanita tidak menyadari dan tidak megetahui jenis-jenis kulit mereka, itu sangat d sayangkan karena dengan mengetahui jenis kulit kita, itu mempermudah kita untuk memilih product make-up karena tidak semua produk make-up sesuai dengan jenis kulit kita,maka sari itu kita harus mengetahi jenis kulit kia, disini saya akan member tahukan kepada teman-teman semua tentang jenis kulit wajah, semoga.

Jenis-jenis kulit wajah:

1. Jenis Kulit normal : ciri-ciri kulit normal adalah  bertekstur halus, tampak berseri, kelihatan cerah dan segar, sehingga untuk wanita yang memiliki jenis kulit normal tidak tidak terlalu sulit mencari kosmetik.

2. Jenis Kulit Kering : ciri-ciri kulit kering adalah terlihat  tampak kusam, tipis, agak sensitive serta sangat mudah keriput.  Perewatan untuk jenis kulit ini sedikit agak susah, pemilihan kosmetik dan pelembab untuk kulit kering butuh kosmetik yang khusus kulit kering. Pada jenis kulit ini hindari jenis pembersih muka yang berbentuk scrub.

3. Jenis Kulit Berminyak : cara untuk mengenali ciri-ciri kulit yang berminyak adalah kulit tampak mengkilat, kulit pori-pori terbuka dan terkadng terlihat jelas, jenis kulit ini sangat medah berminyak dan  berjerawat.

4. Jenis Kulit Sensitif : cara untuk mengetahui ciri-ciri kulit yang sensitif  adalah sangat mudah terkena elergi, kulit kelihatan berwarna merah, kelihatan saluran darahnya., jika salah menngunakan make-up jenis kulit seperti ini cepat menampakan reaksi dengan muka yang merah dan berbintik-bintik


tips kecantikan


Tampil cantik tanpa biaya yang mahal

Tampil cantik merupkan impian setiap wanita, tidak sedikit wanita rela merogok kocek hingga puluhan juta rupiah  hanya untuk tampil cantik , disini saya ingin membagi tips kepada teman-taman wanita untuk tampil cantik tampa merogok uang hingga puluhan juta, murah meriah lho,,,
ini tips saya untuk teman-teman semua,semoga dapat bermanfaat:
1.     Air putih sangat penting untuk kecantikan,karena air putih dapat menjaga kelembaban kulit
2.     Jika kamu senua ingin mendapatkan wajah yang bersih dan cantik,  masker dari buah  bengkuang bias menjadi pilihan. Caranya adalah bengkuang diparut terlebih dulu kemudian dipakai untuk masker wajah. Buah Bengkuang sangat baik untuk memutihkan dan melembabkan kulit.
3.     Jika kamu semua juga ingin mendapatkan kulit yang kencang, madu adalah salah pilihan yang bisa kamu semua gunakan,cara penggunaanya cukup mudah cukup oleskan madu asli ke wajah anda tunggu 5-10 menit hingga madu kering,terus bilas dengan air hangat. Madu bukan hanya untuk mempercantim wajah namun madu juga dapat digunakan pengobatab penyakit
4.     Agar mendapatkan kulit yang cantik dan sehat, Anda juga bisa gunakan masker dari mentimun. Buah Mentimun sangat bermanfaat dan memiliki khasiat untuk membersihkan kulit muka terutama untuk jenis kulit yang berminyak dan bisa mengurangi terjadinya gangguan kulit gatal. 
5.     Rajin merawat kulit wajah yaitu dengan membersihkannya dengan menggunakan susu pembersih, setalah itu dilanjutkan dengan memakai penyegar, setiap habis selesai melakukan aktivitas.
6.     Istirahat yang cukup,  stress juga da[at mempengaruhi kecantikan kamu, jadi istirahatlah yang cukup untuk menjaga kecantikanmu.
7.     Olahraga, olahraga juga salah satu cara untuk tampil cantik.. karena dengan oplahraga dapat memperbarui sel-selyang adapada kulit.


Rabu, 01 Mei 2013

The history of technology in education

haiii guyssss...
in the this video, I want show to you all, the interesting video about the history of technology in education...
okkk...
happy watching...




important of ICT for teacher

in this video tell why we must make technology to process teaching learning???
and any expert said about, that...

ok guyss...
enjoy watch video..i hope this video  useful you to became a  good teacher and the modern teacher...

happy watching